01-Toddler /Paud

01-Toddler /Paud

Dalam beberapa tahun terakhir, playgroup (PG) kerap menjadi pilihan bagi para orang tua untuk menitipkan putra-putrinya sebelum memasuki jenjang pendidikan formal seperti TK atau Sekolah Dasar (SD). 

Tak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan, di sini para balita juga bisa bebas bermain dan beraktivitas dengan didampingi para pengajar yang kompeten di bidangnya.

Tak bisa dimungkiri bahwa memasukkan anak ke dalam kelompok bermain memiliki banyak manfaat. Di dalam playgroup, anak bisa bermain bersama teman sebaya secara teratur sehingga mereka dapat mengembangkan berbagai kemampuan.

Berikut manfaatnya bagi perkembangan kecerdasan anak. 

  1. Membantu perkembangan sosial

Dengan bermain bersama teman sebaya, anak akan belajar bersosialisasi dan bekerjasama. Tak hanya itu, ketika mereka sudah bisa berinteraksi dan berpartisipasi dalam setiap aktivitas, anak akan belajar mengelola emosi dengan baik. Misalnya saja, belajar memahami aturan, menghadapi masalah, serta belajar memupuk rasa percaya diri. 

  1. Meningkatkan kemampuan bahasa

Dalam kelompok bermain, anak juga akan diajak bernyanyi, berdiskusi, serta berbagai aktivitas lain yang berdampak positif pada perkembangan bahasa. Anak pun akan memiliki banyak kosakata baru dan belajar untuk menyampaikan sesuatu melalui kata-kata. 

  1. Meningkatkan kemampuan kognitif

Tak hanya kemampuan bahasa dan sosial, playgroup juga menunjang perkembangan kognitif si kecil. Melalui kurikulum yang dirancang sesuai usia dan potensi anak, tentunya mereka bisa mendapatkan stimulus yang tepat. 

  1. Stimulasi perkembangan motorik halus

Ketika anak berada dalam lingkungan kelompok bermain, mereka akan menerima banyak stimulasi. Di sana tersedia berbagai alat permainan edukatif yang mampu menjadi media untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus. Sebagai contoh, anak diajak untuk belajar seni melipat kertas yang bertujuan melatih koordinasi mata dan jari tangan. 

  1. Stimulasi perkembangan motorik kasar

Ketika bermain, anak juga akan belajar mengandalkan gerakan dari seluruh anggota tubuh. Sebut saja seperti aktivitas melempar bola, melompat, dan berbagai aktivitas lain guna meningkatkan perkembangan motorik kasar.

 


Comments are closed.